Metode 1 dari 3:
Membuka Percakapan
1
Bahas lawan ngobrol Anda. Salah satu trik terbaik untuk menjadi
orang yang jago ngobrol adalah mempersilahkan lawan ngobrol Anda menceritakan
mengenai diri mereka sendiri. Mengapa? Karena itulah topik yang mereka paling
tahu dan kuasai. Coba beberapa trik ini.
·
Minta opininya. Anda
bisa membahas sesuatu yang terjadi di sekitar Anda atau di masyarakat sekarang,
atau apa pun yang ingin Anda bahas.
·
Minta dia menceritakan
kisah hidupnya seperti tempat asal, bagaimana dan di mana dia tumbuh besar, dan
semacamnya.
2
Siapkan pembuka yang berbeda untuk teman dan
teman lama. Langkah
sebelumnya membahas cara mengenal seseorang yang kita belum kenal baik. Berikut
beberapa pembuka untuk orang yang Anda sudah kenal:
·
Teman
yang Anda kenal baik: tanyakan kabarnya,
apakah terjadi sesuatu menarik padanya dalam seminggu ini, bagaimana kuliah,
atau kerja, atau keluarganya, atau apakah dia sudah menonton film yang banyak
dibicarakan baru-baru ini.
·
Teman
yang sudah lama tidak bertemu: tanyakan apa saja yang terjadi sejak terakhir kali kalian
bertemu, apakah dia masih bekerja di perusahaan yang sama atau tinggal di
tempat yang sama, bagaimana keluarganya (apakah punya anak baru jika sudah
menikah), atau tanya apakah dia pernah bertemu seorang teman lain yang kalian
berdua kenal.
3
Hal yang harus dihindari. Aturannya sama: jangan membahas agama,
politik, uang, hubungan, masalah keluarga, kesehatan, atau sex dengan orang
yang tidak begitu Anda kenal. Anda bisa saja menyinggung perasaan orang jika
membahasnya begitu saja.
4
Cari tahu hobi dan minatnya. Dari sini, Anda sudah mulai lebih akrab.
Pilihlah beberapa topik atau pertanyan lanjutan ini sesuai dengan kondisinya,
dan tanyakan dengan cara yang pantas.
·
Apakah dia mengikuti
dan/atau melakukan olahraga tertentu?
·
Apakah dia sering
berinteraksi secara daring?
·
Buku apa yang suka dia
baca?
·
Apa yang dilakukannya
di waktu luang?
·
Musik seperti apa yang
dia sukai?
·
Film seperti apa yang
dia sukai?
·
Apa yang suka dia
tonton di TV?
·
Apakah dia suka
bermain game? Game apa?
·
Apakah dia suka hewan?
Hewan apa? Atau mungkin dia punya hewan peliharaan?
5
Bahas mengenai keluarga. Hal yang paling mudah Anda bahas di sini
adalah saudara dan latar belakangnya seperti di mana dia tumbuh besar. Orang
tua bisa menjadi topik yang sensitif untuk orang yang bermasalah dengan orang
tuanya, atau sudah ditinggal mati oleh salah satu atau keduanya. Topik mengenai
anak juga bisa sensitif bagi pasangan yang steril (tidak bisa memiliki anak),
tidak ingin memiliki anak, atau semacamnya.
·
Apakah dia punya
saudara? Berapa banyak?
·
Siapa saja namanya?
·
Berapa umur mereka?
·
Apa pekerjaan mereka?
(atau di mana dia sekolah/kuliah tergantung umurnya)
·
Apakah mereka mirip
satu sama lain?
·
Apakah kepribadian
mereka sama?
·
Di mana dia tumbuh
besar?
6
Tanyakan pengalaman bepergiannya. Tanyakanlah ke mana saja dia pernah
pergi atau berwisata, atau dari mana dia baru-baru ini, atau adakah tempat yang
ingin dia kunjungi tapi belum terealisasikan.
·
Jika dia punya
kesempatan untuk pindah ke negara lain, negara apa itu?
·
Dari semua tempat yang
pernah dia kunjungi, yang mana yang paling berkesan?
·
Ke mana dia terakhir
kali berwisata? Bagaimana kesannya?
·
Seperti apa wisata
terbaik dan/atau terburuk yang pernah ia alami?
7
Bahas mengenai makanan atau minuman. Makanan adalah topik yang lebih baik dan
lebih mudah karena semua orang pasti punya makanan yang disukai dan tidak
disukai, dan punya pengalaman menarik terkait makanan dan minuman. Tapi
tetaplah hati-hati jika Anda sedang ngobrol dengan orang yang sedang diet atau
berusaha menurunkan berat badan. Itu bisa membawa percakapannya ke arah yang
negatif.
·
Tanyakan apa makanan
favoritnya.
·
Apa dan di mana
restoran kesukaannya.
·
Tanya apakah dia suka
memasak.
·
Apa cemilan
kesukaannya.
·
Makanan atau restoran
mana yang menurutnya paling buruk atau tidak enak.
8
Tanya mengenai pekerjaan. Topik ini bisa jadi rumit dan harus
dibahas dengan hati-hati agar tidak terasa seperti wawancara kerja. Tapi, jika
Anda bisa membawa topik ini dengan baik, Anda bisa membuka sebuah diskusi yang
menarik. Tapi sebelumnya cari tahu dulu apakah lawan ngobrol Anda sedang
bekerja, masih kuliah, sedang mencari pekerjaan baru, atau sudah pensiun?
·
Tanya mengenai
pekerjaannya (atau kuliahnya).
·
Apa pekerjaan
pertamanya.
·
Siapa bos yang paling
dia sukai selama ini.
·
Apa cita-citanya waktu
masih kecil.
·
Apa yang paling dia
sukai dari pekerjaannya sekarang.
·
Terlepas dari berapa
gajinya, dan dia tetap harus bekerja, apa sebenarnya pekerjaan impiannya.
·
Jika dia belum bekerja
tapi Anda bisa merekomendasikan pekerjaan yang cocok untuknya, beritahulah. Dia
pasti tertarik.
9
Cari tahu mengapa dia berada di acara yang
kalian hadiri sekarang. Jika
Anda baru mengenal orang ini, ada banyak hal yang bisa Anda cari tahu bahkan
dari satu fakta bahwa kalian berdua sekarang menghadiri acara yang sama karena
alasan tertentu. Tanyakan beberapa pertanyaan seperti.
·
Bagaimana dia tahu
mengenai acara ini?
·
Mengapa dia menghadiri
acara ini? Apakah untuk penggalangan dana? Untuk lomba triatlon? Atau yang
lainnya?
·
Seberapa sering dia
hadir di acara seperti ini? Acara seperti apa yang sering dia hadiri?
10
Berikan pujian yang tulus. Daripada memuji siapa dia, pujilah apa
yang dia lakukan. Dengan begitu Anda bisa membuat percakapan berkembang dengan
menanyakan keahlian yang diperlukan untuk melakukannya. Jika Anda hanya memuji
penampilannya saja, Anda hanya akan menerima ucapan terima kasih, lalu percakapan
akan berakhir begitu saja, kecuali Anda cukup kreatif untuk mengembangkan
percakapan selanjutnya. Berikut beberapa contoh yang bisa Anda gunakan.
·
Puji hasil kerja atau
penampilannya, lalu tanyakan berapa lama dia sudah berlatih atau mengasah keahlian.
·
Cari tahu cara dia
agar menjadi ahli dalam apa yang dia lakukan.
·
Seberapa sering dia
berlatih dan mengasah kemampuan tiap hari atau dalam seminggu.
Metode 2 dari 3: Mengembangkan Percakapan
1
Jangan membahas hal yang terlalu berat. Anda tidak bisa berharap ada keajaiban
terjadi ketika sedang berinteraksi dengan orang lain. Tujuan Anda ngobrol
adalah menjalin hubungan yang lebih dekat, dan agar bisa mencapai itu, Anda
harus membahas topik yang menarik dan menghibur untuk dibahas.
·
Jangan bahas masalah
hidup Anda atau situasi negatif lainnya. Jika Anda pernah membahas hal seperti
ini dan melihat lawan ngobrol Anda dan dia memperlihatkan ekspresi bosan, itu
tidak mengherankan karena tidak banyak orang yang bisa merespon apalagi
membantu masalah Anda dalam bentuk perkataan. Orang lain lebih suka membahas
hal yang sopan, ringan, dan menarik, dan membahas sesuatu yang negatif bisa
membunuh momen percakapan begitu saja.
2
Diam sejenak. Diam selama beberapa saat tidak akan
membuat suasana canggung. Ini bisa menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk
memikirkan opininya dan/atau topik percakapan yang kira-kira menarik. Lagipula
berhenti sejenak bisa memberi waktu beristirahat. Jangan sampai kopi Anda
dingin sebelum sempat diminum sama sekali.
3
Bahas dan ceritakan kesamaan minat. Jika kalian berdua suka lari pagi
misalnya, bahaslah lari pagi dan olahraga ringan. Tapi jangan sampai
membahasnya terlalu lama. Membahas lari pagi selama 45 menit mungkin akan
membosankan dan lebih melelahkan dari lari pagi itu sendiri.
·
Bahas orang lain
dengan minat yang sama tapi punya pencapaian khusus. Misalnya, Anda kenal
pemenang maraton terkenal dan salah satu dari Anda sempat melakukan riset
mengenai pelari tersebut dan akan menceritakannya.
·
Bahas mengenai alat
baru, acara yang akan datang, trik baru, taktik baru, atau apa pun terkait
minat Anda.
·
Ajaklah melakukan hobi
atau minat Anda bersama.
Metode 3 dari 3: Variasi dalam Percakapan
1
Buat pertanyaan unik untuk membuat arah
percakapan yang baru. Anda mungkin
tidak terbiasa melakukan ini. Tapi cobalah dan lihat bagaimana percakapannya
berkembang secara menarik. Berikut beberapa pertanyaan yang bisa membuat hal
itu terjadi.
·
Dari semua prestasinya
sekarang, yang mana yang menurutnya paling penting dan/atau bermanfaat baginya
dan/atau komunitasnya atau masyarakat banyak.
·
Jika dia menjadi orang
sangat kaya, terkenal, atau berpengaruh, dia ingin jadi siapa, dan mengapa?
·
Apakah saat ini
merupakan momen terbaik bagi dalam hidupnya?
·
Jika dia hanya bisa
memiliki 10 benda, apa saja itu?
·
Jika Anda harus
memilih lima makanan dan dua minuman untuk dikonsumsi selamanya, apa saja itu?
·
Apakah menurutnya
kebahagiaan itu dibuat, atau ditemukan.
·
Jika dia punya jubah
tidak terlihat, apa yang akan dia lakukan dengan itu.
·
Jika dia bisa berubah
menjadi hewan, dia ingin jadi apa.
·
Siapa pahlawan besar
favoritnya dan mengapa.
·
Dari semua cerita
sejarah yang ada, siapa lima orang yang mungkin akan dia undang dalam pesta
makan malam di rumahnya.
·
Jika dia menang
miliaran rupiah dari lotere besok, bagaiamana dia akan menghabiskannya?
·
Jika dia bisa terkenal
selama seminggu, dia ingin terkenal karena apa? (atau menjadi siapa)
·
Apakah dia percaya
pada santa klaus.
·
Bagaimana dia hidup
tanpa internet.
·
Seperti apa liburan
idamannya.
2
Ingat hal apa saja yang mendapat respon baik
dalam percakapan Anda.Ketika
Anda akan ngobrol lagi dengan orang yang sama, gunakan trik yang sama. Tapi,
tetap lakukan variasi agar percakapan Anda tidak membosankan.
Tips
·
Cara yang bagus untuk membuat percakapan tetap berlangsung dan seimbang
adalah saling bergantian dalam bertanya. Tidak harus membuatnya seperti kuis
dan berlomba siapa yang membuat pertanyaan yang lebih bagus. Bertanya
bergantian membuat percakapan tidak hanya didominasi oleh satu orang saja.
·
Jika Anda baru bertemu dengan orang ini, hindari sarkasme. Jika
dia memang tipe yang sarkastik, Anda bisa sedikit melakukannya. Tapi, jangan
melakukannya terlalu sering. Tidak ada orang yang suka sarkasme yang
berlebihan.
·
Selalu bersikap ramah dan jangan menghina orang lain.
·
Jika Anda baru pertama kali bertemu dengannya, coba bahas
sesuatu atau situasi yang ada di sekitar daripada mencoba membahas topik lain.
·
Dengarkan, dan cobalah relasikan perkataan orang lain dengan
diri Anda. Setelah itu, cobalah ceritakan apa yang ada di pikiran Anda.
·
Jika Anda ngobrol berkelompok atau lebih dari dua orang,
pastikan semua orang terlibat dalam percakapan. Jika Anda ngobrol hanya pada
satu atau dua orang saja dan membiarkan orang lain hanya mengamati, situasinya
akan jadi canggung dengan cepat.
·
Mendengarkan jawabannya dengan baik bisa memberi peluang untuk
topik baru.
·
Berpikirlah sebelum berbicara. Anda tidak bisa menarik kembali
perkataan Anda. Selain itu, orang lain bisa mengingat percakapan Anda. Jadi,
jangan bertindak tidak ramah kecuali Anda memang ingin diingat sebagai seorang
yang tidak ramah.
·
Jangan asal mengeluarkan pertanyaan begitu saja. Orang lain akan
merasa seperti diinterogasi.
·
Bacalah berita tentang kejadian-kejadian yang sedang
berlangsung. Baca koran dan situs media sosial untuk mencari tahu apa hal-hal
yang sedang ramai dibicarakan saat ini, lalu bahaslah.
·
Berpikirlah secara kreatif.
·
Sebisa mungkin hindarilah jawaban satu kata (seperti ya, tidak,
dan baik.)
·
Selalu ingat nama lawan ngobrol Anda, apalagi ketika Anda
pertama kali bertemu. Terdengar sepele, tapi hal seperti ini bisa dilupakan.
·
Ketika mengirim pesan pendek ke seorang wanita melalui ponsel,
jangan menyinggungnya; dia mungkin jadi tidak suka dengan Anda dan mengakhiri
percakapan.
·
Ingatlah hal menarik yang Anda temui di internet. Hal-hal
seperti itu bisa menjadi topik yang menarik.
·
Jangan terlalu sering memuji hal yang sama, atau Anda malah
dianggap tidak sopan dan mempermainkannya. Tapi jika Anda serius,
perlihatkanlah.
·
Jika Anda bicara dengan seorang wanita, cobalah membuka
percakapan dengan menanyakan “Apakah Anda senang berolahraga?” dan setelah itu
Anda bisa memuji penampilan atau keahliannya.
·
Tidak usah malu, lakukan saja!