Jumat, 11 Desember 2015

Cara Melakukan Percakapan yang Menarik


Metode 1 dari 3: Membuka Percakapan



1
Bahas lawan ngobrol Anda. Salah satu trik terbaik untuk menjadi orang yang jago ngobrol adalah mempersilahkan lawan ngobrol Anda menceritakan mengenai diri mereka sendiri. Mengapa? Karena itulah topik yang mereka paling tahu dan kuasai. Coba beberapa trik ini.
·         Minta opininya. Anda bisa membahas sesuatu yang terjadi di sekitar Anda atau di masyarakat sekarang, atau apa pun yang ingin Anda bahas.
·         Minta dia menceritakan kisah hidupnya seperti tempat asal, bagaimana dan di mana dia tumbuh besar, dan semacamnya.

2
Siapkan pembuka yang berbeda untuk teman dan teman lama. Langkah sebelumnya membahas cara mengenal seseorang yang kita belum kenal baik. Berikut beberapa pembuka untuk orang yang Anda sudah kenal:
·         Teman yang Anda kenal baik: tanyakan kabarnya, apakah terjadi sesuatu menarik padanya dalam seminggu ini, bagaimana kuliah, atau kerja, atau keluarganya, atau apakah dia sudah menonton film yang banyak dibicarakan baru-baru ini.
·         Teman yang sudah lama tidak bertemu: tanyakan apa saja yang terjadi sejak terakhir kali kalian bertemu, apakah dia masih bekerja di perusahaan yang sama atau tinggal di tempat yang sama, bagaimana keluarganya (apakah punya anak baru jika sudah menikah), atau tanya apakah dia pernah bertemu seorang teman lain yang kalian berdua kenal.

3
Hal yang harus dihindari. Aturannya sama: jangan membahas agama, politik, uang, hubungan, masalah keluarga, kesehatan, atau sex dengan orang yang tidak begitu Anda kenal. Anda bisa saja menyinggung perasaan orang jika membahasnya begitu saja.

4
Cari tahu hobi dan minatnya. Dari sini, Anda sudah mulai lebih akrab. Pilihlah beberapa topik atau pertanyan lanjutan ini sesuai dengan kondisinya, dan tanyakan dengan cara yang pantas.
·         Apakah dia mengikuti dan/atau melakukan olahraga tertentu?
·         Apakah dia sering berinteraksi secara daring?
·         Buku apa yang suka dia baca?
·         Apa yang dilakukannya di waktu luang?
·         Musik seperti apa yang dia sukai?
·         Film seperti apa yang dia sukai?
·         Apa yang suka dia tonton di TV?
·         Apakah dia suka bermain game? Game apa?
·         Apakah dia suka hewan? Hewan apa? Atau mungkin dia punya hewan peliharaan?

5
Bahas mengenai keluarga. Hal yang paling mudah Anda bahas di sini adalah saudara dan latar belakangnya seperti di mana dia tumbuh besar. Orang tua bisa menjadi topik yang sensitif untuk orang yang bermasalah dengan orang tuanya, atau sudah ditinggal mati oleh salah satu atau keduanya. Topik mengenai anak juga bisa sensitif bagi pasangan yang steril (tidak bisa memiliki anak), tidak ingin memiliki anak, atau semacamnya.
·         Apakah dia punya saudara? Berapa banyak?
·         Siapa saja namanya?
·         Berapa umur mereka?
·         Apa pekerjaan mereka? (atau di mana dia sekolah/kuliah tergantung umurnya)
·         Apakah mereka mirip satu sama lain?
·         Apakah kepribadian mereka sama?
·         Di mana dia tumbuh besar?

6
Tanyakan pengalaman bepergiannya. Tanyakanlah ke mana saja dia pernah pergi atau berwisata, atau dari mana dia baru-baru ini, atau adakah tempat yang ingin dia kunjungi tapi belum terealisasikan.
·         Jika dia punya kesempatan untuk pindah ke negara lain, negara apa itu?
·         Dari semua tempat yang pernah dia kunjungi, yang mana yang paling berkesan?
·         Ke mana dia terakhir kali berwisata? Bagaimana kesannya?
·         Seperti apa wisata terbaik dan/atau terburuk yang pernah ia alami?

7
Bahas mengenai makanan atau minuman. Makanan adalah topik yang lebih baik dan lebih mudah karena semua orang pasti punya makanan yang disukai dan tidak disukai, dan punya pengalaman menarik terkait makanan dan minuman. Tapi tetaplah hati-hati jika Anda sedang ngobrol dengan orang yang sedang diet atau berusaha menurunkan berat badan. Itu bisa membawa percakapannya ke arah yang negatif.
·         Tanyakan apa makanan favoritnya.
·         Apa dan di mana restoran kesukaannya.
·         Tanya apakah dia suka memasak.
·         Apa cemilan kesukaannya.
·         Makanan atau restoran mana yang menurutnya paling buruk atau tidak enak.


8
Tanya mengenai pekerjaan. Topik ini bisa jadi rumit dan harus dibahas dengan hati-hati agar tidak terasa seperti wawancara kerja. Tapi, jika Anda bisa membawa topik ini dengan baik, Anda bisa membuka sebuah diskusi yang menarik. Tapi sebelumnya cari tahu dulu apakah lawan ngobrol Anda sedang bekerja, masih kuliah, sedang mencari pekerjaan baru, atau sudah pensiun?
·         Tanya mengenai pekerjaannya (atau kuliahnya).
·         Apa pekerjaan pertamanya.
·         Siapa bos yang paling dia sukai selama ini.
·         Apa cita-citanya waktu masih kecil.
·         Apa yang paling dia sukai dari pekerjaannya sekarang.
·         Terlepas dari berapa gajinya, dan dia tetap harus bekerja, apa sebenarnya pekerjaan impiannya.
·         Jika dia belum bekerja tapi Anda bisa merekomendasikan pekerjaan yang cocok untuknya, beritahulah. Dia pasti tertarik.

9
Cari tahu mengapa dia berada di acara yang kalian hadiri sekarang. Jika Anda baru mengenal orang ini, ada banyak hal yang bisa Anda cari tahu bahkan dari satu fakta bahwa kalian berdua sekarang menghadiri acara yang sama karena alasan tertentu. Tanyakan beberapa pertanyaan seperti.
·         Bagaimana dia tahu mengenai acara ini?
·         Mengapa dia menghadiri acara ini? Apakah untuk penggalangan dana? Untuk lomba triatlon? Atau yang lainnya?
·         Seberapa sering dia hadir di acara seperti ini? Acara seperti apa yang sering dia hadiri?

10
Berikan pujian yang tulus. Daripada memuji siapa dia, pujilah apa yang dia lakukan. Dengan begitu Anda bisa membuat percakapan berkembang dengan menanyakan keahlian yang diperlukan untuk melakukannya. Jika Anda hanya memuji penampilannya saja, Anda hanya akan menerima ucapan terima kasih, lalu percakapan akan berakhir begitu saja, kecuali Anda cukup kreatif untuk mengembangkan percakapan selanjutnya. Berikut beberapa contoh yang bisa Anda gunakan.
·         Puji hasil kerja atau penampilannya, lalu tanyakan berapa lama dia sudah berlatih atau mengasah keahlian.
·         Cari tahu cara dia agar menjadi ahli dalam apa yang dia lakukan.
·         Seberapa sering dia berlatih dan mengasah kemampuan tiap hari atau dalam seminggu.

Metode 2 dari 3: Mengembangkan Percakapan

1
Jangan membahas hal yang terlalu berat. Anda tidak bisa berharap ada keajaiban terjadi ketika sedang berinteraksi dengan orang lain. Tujuan Anda ngobrol adalah menjalin hubungan yang lebih dekat, dan agar bisa mencapai itu, Anda harus membahas topik yang menarik dan menghibur untuk dibahas.
·         Jangan bahas masalah hidup Anda atau situasi negatif lainnya. Jika Anda pernah membahas hal seperti ini dan melihat lawan ngobrol Anda dan dia memperlihatkan ekspresi bosan, itu tidak mengherankan karena tidak banyak orang yang bisa merespon apalagi membantu masalah Anda dalam bentuk perkataan. Orang lain lebih suka membahas hal yang sopan, ringan, dan menarik, dan membahas sesuatu yang negatif bisa membunuh momen percakapan begitu saja.

2
Diam sejenak. Diam selama beberapa saat tidak akan membuat suasana canggung. Ini bisa menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk memikirkan opininya dan/atau topik percakapan yang kira-kira menarik. Lagipula berhenti sejenak bisa memberi waktu beristirahat. Jangan sampai kopi Anda dingin sebelum sempat diminum sama sekali.

3
Bahas dan ceritakan kesamaan minat. Jika kalian berdua suka lari pagi misalnya, bahaslah lari pagi dan olahraga ringan. Tapi jangan sampai membahasnya terlalu lama. Membahas lari pagi selama 45 menit mungkin akan membosankan dan lebih melelahkan dari lari pagi itu sendiri.
·         Bahas orang lain dengan minat yang sama tapi punya pencapaian khusus. Misalnya, Anda kenal pemenang maraton terkenal dan salah satu dari Anda sempat melakukan riset mengenai pelari tersebut dan akan menceritakannya.
·         Bahas mengenai alat baru, acara yang akan datang, trik baru, taktik baru, atau apa pun terkait minat Anda.
·         Ajaklah melakukan hobi atau minat Anda bersama.

Metode 3 dari 3: Variasi dalam Percakapan
1
Buat pertanyaan unik untuk membuat arah percakapan yang baru. Anda mungkin tidak terbiasa melakukan ini. Tapi cobalah dan lihat bagaimana percakapannya berkembang secara menarik. Berikut beberapa pertanyaan yang bisa membuat hal itu terjadi.
·         Dari semua prestasinya sekarang, yang mana yang menurutnya paling penting dan/atau bermanfaat baginya dan/atau komunitasnya atau masyarakat banyak.
·         Jika dia menjadi orang sangat kaya, terkenal, atau berpengaruh, dia ingin jadi siapa, dan mengapa?
·         Apakah saat ini merupakan momen terbaik bagi dalam hidupnya?
·         Jika dia hanya bisa memiliki 10 benda, apa saja itu?
·         Jika Anda harus memilih lima makanan dan dua minuman untuk dikonsumsi selamanya, apa saja itu?
·         Apakah menurutnya kebahagiaan itu dibuat, atau ditemukan.
·         Jika dia punya jubah tidak terlihat, apa yang akan dia lakukan dengan itu.
·         Jika dia bisa berubah menjadi hewan, dia ingin jadi apa.
·         Siapa pahlawan besar favoritnya dan mengapa.
·         Dari semua cerita sejarah yang ada, siapa lima orang yang mungkin akan dia undang dalam pesta makan malam di rumahnya.
·         Jika dia menang miliaran rupiah dari lotere besok, bagaiamana dia akan menghabiskannya?
·         Jika dia bisa terkenal selama seminggu, dia ingin terkenal karena apa? (atau menjadi siapa)
·         Apakah dia percaya pada santa klaus.
·         Bagaimana dia hidup tanpa internet.
·         Seperti apa liburan idamannya.

2
Ingat hal apa saja yang mendapat respon baik dalam percakapan Anda.Ketika Anda akan ngobrol lagi dengan orang yang sama, gunakan trik yang sama. Tapi, tetap lakukan variasi agar percakapan Anda tidak membosankan.

Tips

·         Cara yang bagus untuk membuat percakapan tetap berlangsung dan seimbang adalah saling bergantian dalam bertanya. Tidak harus membuatnya seperti kuis dan berlomba siapa yang membuat pertanyaan yang lebih bagus. Bertanya bergantian membuat percakapan tidak hanya didominasi oleh satu orang saja.
·         Jika Anda baru bertemu dengan orang ini, hindari sarkasme. Jika dia memang tipe yang sarkastik, Anda bisa sedikit melakukannya. Tapi, jangan melakukannya terlalu sering. Tidak ada orang yang suka sarkasme yang berlebihan.
·         Selalu bersikap ramah dan jangan menghina orang lain.
·         Jika Anda baru pertama kali bertemu dengannya, coba bahas sesuatu atau situasi yang ada di sekitar daripada mencoba membahas topik lain.
·         Dengarkan, dan cobalah relasikan perkataan orang lain dengan diri Anda. Setelah itu, cobalah ceritakan apa yang ada di pikiran Anda.
·         Jika Anda ngobrol berkelompok atau lebih dari dua orang, pastikan semua orang terlibat dalam percakapan. Jika Anda ngobrol hanya pada satu atau dua orang saja dan membiarkan orang lain hanya mengamati, situasinya akan jadi canggung dengan cepat.
·         Mendengarkan jawabannya dengan baik bisa memberi peluang untuk topik baru.
·         Berpikirlah sebelum berbicara. Anda tidak bisa menarik kembali perkataan Anda. Selain itu, orang lain bisa mengingat percakapan Anda. Jadi, jangan bertindak tidak ramah kecuali Anda memang ingin diingat sebagai seorang yang tidak ramah.
·         Jangan asal mengeluarkan pertanyaan begitu saja. Orang lain akan merasa seperti diinterogasi.
·         Bacalah berita tentang kejadian-kejadian yang sedang berlangsung. Baca koran dan situs media sosial untuk mencari tahu apa hal-hal yang sedang ramai dibicarakan saat ini, lalu bahaslah.
·         Berpikirlah secara kreatif.
·         Sebisa mungkin hindarilah jawaban satu kata (seperti ya, tidak, dan baik.)
·         Selalu ingat nama lawan ngobrol Anda, apalagi ketika Anda pertama kali bertemu. Terdengar sepele, tapi hal seperti ini bisa dilupakan.
·         Ketika mengirim pesan pendek ke seorang wanita melalui ponsel, jangan menyinggungnya; dia mungkin jadi tidak suka dengan Anda dan mengakhiri percakapan.
·         Ingatlah hal menarik yang Anda temui di internet. Hal-hal seperti itu bisa menjadi topik yang menarik.
·         Jangan terlalu sering memuji hal yang sama, atau Anda malah dianggap tidak sopan dan mempermainkannya. Tapi jika Anda serius, perlihatkanlah.
·         Jika Anda bicara dengan seorang wanita, cobalah membuka percakapan dengan menanyakan “Apakah Anda senang berolahraga?” dan setelah itu Anda bisa memuji penampilan atau keahliannya.
·         Tidak usah malu, lakukan saja!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar