Selasa, 05 Januari 2016

Cara Agar Doa Cepat Terkabul Oleh Allah SWT




1. Berdoa Di Waktu Yang Mustajab

Cara Berdoa Cepat Terkabul yang pertama adalah berdoa pada waktu – waktu Mustajab seperti berdoa pada waktu Bulan Ramadhan, Antara Adzan dan Iqomah, berdoa pada sepertiga malam terakhir, berdoa disaat hujan dan ketika puasa menjelang waktu berbuka. Seperti beberapa hadist yg berbunyi :
” Doa tidak akan tertolak pd 2 (dua) Waktu yaitu ketika Adzan berkumandang dan ketika Hujan Turun”, dan ” Alloh akan turun kelangit dunia setiap malam, ketikaa tersisa sepertiiga malam terakhir, Alloh Berfirman : ” Siapa yg berdoa kpdku maka aku akan kabulkan, siapa yg meminta maka akan aku beri dan siapa yg memohon ampunan pasti aku ampunii” .

2. Menghadap Kiblat dan Mengangkat Kedua Tangan

Seperti dlm sebuah Hadist yg shahih, Nabi Muhammad Saw bersabda yg berbunyi : ” Sesungguhnya Allah Swt maha pemalu lagi maha pemurah terhadap seorang hamba yg mengangkat kedua tangannya untuk berdoa, kemudian kedua tangannya kembali dg kosong dan kehampaan (Tidak dikabulkan)”..

3. Dengan Suara Lirih dan Khusyu

Berdoalah kpd Tuhanmu dg berendah diri dan suara yg lembut. ” Sesungguhnya Alloh tidak menyukaii orang2 yg melampaui batas (QS : Al-Araf”:55)”.
4. Yakin doa Akan Dikabulkan Alloh
Berdoalah kpd Alloh dan kalian yakinlah akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Alloh tidak mengabulkan doa dari hat yg lalai, dan lengah dengan doa-nya ( HR. Tirmidzi).
5. Tidak Tergesa – Gesa dalam berdoa
Dari Abu Hurairah, Bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda yg berbunyi : ” Akan diijabahi doa kalian, jika tidak berdoa dg tergesa – gesa. Sungguh kamu telah berdoa, maka atau kenapa tidak diijabahi ?” ( Imam Bukhari).
6. Mulailah Berdoa Dengan Memuji Alloh
Karena yg akan mengabulkan Doa kalian adalah Alloh Sang pecipta alam yg maha pemurah dan Maha Penyayang sehingga sebelum berdoa ada baiknya anda membaca atau berdzikir dg memuji nama Alloh dg khusyu dan ikhlas.
7. Mengakhiri Dengan Shalawat Nabi
Nabi Muhammad Saw merupakan Nabi terakhir dan Nabi yg sangat dicintai oleh Alloh Swt dan sehingga sering – seringlah kamu (Seorang Muslim) membaca shalawat nabi karena itu sangatlah menguntungan untuk mu.
Perlu di ingat bahwa suatu Doa Dikabulkan Oleh Allah atau tidaknya itu merupakan hak dan ketentuan Alloh, kita hanya berusaha dan berikhtiar sajja. Tetapi tak ada salahnya jika kita mengetahui Tata Cara Berdoa Yang benar sehingga setiap Doa atau hajat yg kita panjatkan atau minta dapat dg cepat dikabulkan oleh Alloh tuhan sang pencipta Alam, 
Demikian lah beberapa Cara Agar Doa Cepat Dikabulkan yang bisa kamii sampaikan dan berikan kpd anda, semoga tulisan ini berguna dan bermanfaat bagi anda semua karena kami menulis dan membuat artikel inni hanya ditujukan untuk anda semua para pengunjung yg beriman dan budiman.
Adapun jika ada terdapat penulisan yg salah kami dari pihak Rukun-Islammemohon maaf yg sebesar – besarnya, serta tak lupaa kami mengucapkan rasa terima kasih yg begitu besar untuk anda karena telah mengunjungii blog kami yg sederhana ini.

Cara Membuat hati Tenang menurut islam




Sahabat yang dimuliakan,
Hakikat sebenarnya, tak ada seorang pun boleh terlepas dari masalah kehidupan. Itulah sunatullah yang berlaku di dunia. Kekayaan, pangkat dan kedudukan takkan mampu menghalanginya.
Namun, Islam memberikan penyelesaian terhadap tekanan hidup itu agar jiwa menjadi tenang. Tak ada istilah stress atau kecewa bagi seorang Mukmin. Persoalannya Islam telah memberikan penyelesaian untuk menghadapi tekanan hidup. Berikut adalah langkah-langkah yang boleh dilakukan untuk mendapat ketenangan jiwa:

1. Membaca dan mendengarkan kitab suci al-Qur'an :
Suatu ketika seseorang datang kepada Ibnu Mas’ud, salah seorang sahabat utama Rasulullah s.a.w.. Ia mengeluh, “Wahai Ibnu Mas’ud, nasihatilah aku dan berilah ubat bagi jiwaku yang gelisah ini. Hari-hariku penuh dengan perasaan tak tenteram, jiwaku gelisah, dan fikiranku kusut. Makan tak lalu, tidur pun tak lena," kata orang tersebut.
Ibnu Mas’ud menjawab, ”Kalau penyakit itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat :
Pertama, tempat orang membaca al-Quran. Engkau baca al-Quran atau engkau dengar baik-baik orang yang membacanya.
Kedua, engkau pergi ke majlis ilmu yang mengingatkan hatimu kepada Allah.
Ketiga, engkau cari waktu dan tempat yang sunyi, di sana engkau berkhalwat mengabdikan diri kepada Allah.
Nasihat sahabat Nabi itu segera dilaksanakan orang tersebut. Sampai saja di rumah, segera ia berwudhu kemudian diambilnya al-Qur'an dan dibacanya dengan khusyuk. Selesai membaca, ia segera dapati hatinya memperoleh ketenteraman, dan jiwanya pun tenang. Fikirannya segar kembali, hidupnya terasa tentram kembali. Padahal, ia baru melaksanakan satu dari tiga nasihat yang disampaikan sahabat Rasulullah s.a.w tersebut.
2. Menyayangi orang miskin :
Rasulullah s.a.w memerintahkan kepada Muslim yang punya kelebihan harta untuk memberikan perhatian kepada orang miskin. Ternyata, sikap dermawan itu bisa mendatangkan ketenangan jiwa. Mengapa? Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa para Malaikat selalu mendoakan orang-orang dermawan:
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya :“Setiap pagi hari dua Malaikat senantiasa mendampingi setiap orang. Salah satunya mengucapkan do'a: ' Ya Allah! Berikanlah balasan kepada orang yang bersedekah. Dan Malaikat yang kedua pun berdo'a :' Ya Allah! Berikanlah kepada orang yang bakhil/pelit itu kebinasaan."
Dari hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa orang yang dermawan itu memperoleh dua balasan. Pertama, ia mendapatkan ganjaran atas apa yang diberikannya kepada orang lain. Kedua, mendapatkan limpahan ketenangan jiwa dan kasih sayang dari Allah s.w.t.
3. Melihat orang yang di bawah, jangan lihat orang di atas :
Ketenangan jiwa akan diperoleh jika kita senantiasa bersyukur atas segala pemberian Allah s.w.t, meskipun nampak sedikit. Rasa syukur itu akan muncul bila kita senantiasa melihat orang-orang yang lebih rendah taraf kehidupannya dari kita, baik dalam segi harta kekayaan, kesehatan, rupa paras, pekerjaan dan pendidikannya. Betapa ramai di dunia ini orang yang kurang bernasib baik. Rasa syukur itu selain mendatangkan ketenangan jiwa, juga akan mendapat ganjaran dari Allah s.w.t.
Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud :
"Siapa yang tidak bersyukur dengan pemberian yang sedikit, dia juga tidak akan bersyukur dengan pemberian yang banyak. Siapa yang tidak mensyukuri manusia, berarti dia juga tidak mensyukuri Allah. Memperkatakan nikmat Allah adalah tanda syukur, dan mengabaikannya adalah kufur. Berjamaah itu dirahmati, sedangkan berpecah belah itu mengundang azab."
(Hadis Riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad)
4. Menjaga perhubungan silaturahim :
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang memerlukan perhubungan sesama manusia, untuk bantu membantu sesama mereka. Berbagai keperluan hidup tak mungkin diperolehi tanpa bantuan orang lain. Oleh itu, di dalam hadis Rasulullah s.a.w diperintahkan untuk tetap menjalin hubungan silaturahim, sekalipun terhadap orang yang melakukan permusuhan.
Rasulullah s.a.w. juga pernah bersabda bahwa silaturahmi dapat memanjangkan umur dan memurahkan rezeki . Hubungan yang baik di dalam keluarga, maupun dengan tetangga akan mendatangkan ketenangan, kedamaian dan kemesraan. Hubungan yang baik itu juga akan menyelesaikan berbagai masaalah yang dihadapi oleh masyarakat.
Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud, "Barangsiapa menjamin untukku satu perkara, aku jamin untuknya empat perkara. Hendaklah dia bersilaturahim (menjalinkan hubungan baik) nescaya keluarganya akan mencintainya, diperluas baginya rezeki, ditambah umurnya dan Allah s.w.t. memasukkan ke dalam Syurga."(Hadis Riwayat Ar-Rabii)
5. Banyak mengucapkan kalimah "la hawla wa la quwwata illa billah." dan berzikir kepada Allah.
Sumber ketenangan jiwa yang hakiki adalah bersumberkan dari Allah s.w.t. Oleh itu hendaklah kita selalu menghubungkan hati dengan Allah s.w.t. dalam semua keadaan, baik dalam keadaan senang maupun susah. Banyakkanlah berzikir dan membaca kalimah-kalimah Allah. Perhubungan yang kuat dengan Allah s.w.t. akan membuat jiwa seseorang menjadi kuat, tak mudah diganggu gugat oleh sesiapa pun, apabila hati sentiasa mengingati Allah maka syaitan laknatullah tidak akan dapat mempengaruhi hati dan fikiran kita.
6. Mengatakan kebenaran walaupun itu pahit didengar :
Hidup ini harus dijaga agar senantiasa berada di atas jalan kebenaran. Kebenaran harus diperjuangan. Pelanggaran terhadap kebenaran akan mendatangkan kegelisahan. Ketenangan jiwa akan terbina apabila kita tidak melanggar nilai-nilai kebenaran. Sebaliknya, pelanggaran terhadap kebenaran akan berpengaruh terhadap ketenangan jiwa. Lihat saja orang-orang kerap berbuat maksiat, kehidupannya dipengaruhi kegelisahan.
7. Sentiasa berlapang dada terhadap kecaman orang lain asalkan yang kita lakukan benar-benar kerana Allah :
Salah satu faktor yang membuat jiwa seseorang tidak tenang adalah kerena selalu mengambil perhatian kecaman orang lain terhadap dirinya. Sedangkan seseorang akan memiliki pendirian yang kuat jika berpegang kepada prinsip-prinsip yang datang dari Allah s.w.t. yaitu Islam sebagai cara hidup. Sekiranya kita ikuti apa yang berlaku di dunia sekarang ini, ianya akan menganggu ketenagan jiwa kita.
8. Tidak meminta-minta kepada orang lain :
"Tangan di atas (memberi) lebih mulia dari tangan di bawah" adalah hadis Rasulullah s.a.w yang memotivasi setiap mukmin untuk hidup mandiri. Tidak bergantung dan meminta-minta kepada orang lain, kerana jiwanya akan kuat dan sikapnya lebih berani dalam menghadapi kehidupan. Sebaliknya, orang yang selalu meminta-minta menggambarkan jiwa yang lemah. Hal ini tentu membuat jiwanya tidak tenang.
9. Menjauhkan diri dari berhutang :
Dalam sebuah hadis Rasulullah s.a.w dengan tegas mengatakan yang bermaksud : “Janganlah engkau jadikan dirimu ketakutan setelah merasakan keamanan!”
(Para sahabat) bertanya:" Bagaimana boleh terjadi seperti itu!"
Sabdanya :" Karena hutang.”
Begitulah kenyataanya. Orang yang berhutang akan senantiasa bimbang dan risau, kerena ia akan didatangi oleh orang yang memberi hutang kepadanya. Inilah salah satu faktor yang membuat banyak orang mengalami tekanan jiwa. Rasulullah s.a.w juga mengatakan dalam hadisnya yang bermaksud : “Hendaklah kamu jauhi hutang, kerena hutang itu menjadi beban fikiran di malam hari dan rasa rendah diri di siang hari."
10. Selalu berfikiran positif :
Mengapa seseorang mudah stress dan jiwa tak tenang? Salah satu faktornya kerena ia selalu berfikiran negatif. Selalu mencela dan menyesali kekurangan diri. Padahal, setiap kita diberikan oleh Allah s.w.t. berbagai kelebihan. Ubahlah fikiran negatif itu menjadi positif. Ubahlah perasaan keluh kesah yang membuat muka berkerut, lemah badan dan kecewa dengan ucapan yang mengembirakan. Ucapan yang mengembirakan akan membuat kita mudah tersenyum, jiwa menjadi lebih bersemangat. Bukankah di balik kesulitan dan kegagalan ada hikmah yang boleh jadi pelajaran? Dan bukankah disebalik kesulitan ada kemudahan?

3 Kunci Untuk Memiliki Jiwa yang Tenang



Salah satu hal yang sangat indah bila kita miliki adalah jiwa yang tenang. Seperti apakah jiwa yang tenang itu? Jiwa yang tenang adalah sebuah keadaan jiwa yang membuat kita merasa damai, dan sangat menikmati hidup ini. Memiliki jiwa yang tenang adalah salah satu hal yang perlu sekali kita upayakan, agar hidup jadi lebih indah.
Bagaimana cara memiliki jiwa yang tenang? Adakah trik khusus agar jiwa kita bisa tenang? Ada. Poin-poin yang saya bahas pada artikelkunci memiliki jiwa yang tenang ini adalah hasil pembelajaran saya setelah menonton salah satu episode tayangan Mario Teguh Golden Ways di Metro Tv beberapa waktu yang lalu.
Bagaimana cara agar jiwa kita tenang?
Ada 3 kunci utama untuk bisa memiliki jiwa yang tenang. 3 kunci tersebut antara lain :

1. Ikhlas

Apa sih ikhlas itu? Ikhlas itu adalah menerima Tuhan beserta seluruh kebenaran-Nya. Ikhlas itu bisa dibilang susah-susah gampang. Akan tetapi kalau kita terus melatih diri untuk ikhlas maka kita pasti akan terbiasa ikhlas. Dengan menjadi ikhlas artinya kita pasrah, dan menyerahkan diri kita seutuhnya kepada Tuhan.
Akibat dari kita ikhlas adalah kita menjadi tidak terlalu pusing dengan dunia ini, sebab kita sudah seutuhnya menyerahkan diri pada Tuhan. Biar Tuhan yang membaikkan diri kita, sehingga kita bisa lebih baik dalam bertindak ketika menjalani kehidupan. Ikhlas di sini juga berarti kita hanya berharap pada Tuhan, jadi kita tidak perlu lagi pusingngurusin omongan orang yang merendahkan kita, tidak perlu lagi berharap rezeki kepada selain Tuhan dan sebagainya.
Menjadi ikhlas itu indah sekali, dan kalau kita sudah ikhlas maka mudah-mudahan lebih mudah bagi kita untuk memiliki jiwa yang tenang. So, yuk kita latih terus kebiasaan ikhlas ini :).

2. Bersyukur

Ya, bersyukur adalah salah satu hal terindah dalam hidup ini. Dengan bersyukur kita jadi lebih mudah gembira, sebab kita merasa beruntung sekali dalam hidup ini. Sebenarnya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur. Oksigen yang kita hirup, makanan yang kita makan, kasih sayang dari orang-orang terdekat, semua indah sekali ketika disyukuri.
Ada gak sih trik agar lebih mudah bersyukur? Ada, trik agar kita bisa lebih mudah bersyukur sudah saya bahas di artikel4 Tips Untuk Membuat Kita Lebih Mudah Bersyukur.

3. Memampukan Diri

Kemampuan kita sangatlah mempengaruhi  kehidupan kita. Orang yang umurnya 40 tahun, baru bisa tenang kalau kemampuannya adalah kemampuan orang umur 40  tahun atau lebih. Kualitas kemampuan kita amatlah berkaitan erat dengan kehidupan kita, orang yang berusaha memampukan diri pasti akan lebih mudah memiliki jiwa yang tenang.
Seperti kata-kata Pak Mario Teguh, “jangan minta beban yang ringan, tapi mintalah pundak yang kuat‘. Singkat kata, dengan berusaha memampukan diri maka kita akan lebih sanggup menopang tanggung jawab dan beban yang besar. Jadi hidup kita bisa lebih tenang sebab kita punya kemampuan.
Jadi, yuk kita belajar terus agar diri kita semakin mampu lagi. Mari memampukan diri kita masing-masing.
Nah rekan-rekan pembaca yang baik hatinya, itulah 3 kunci utama memiliki jiwa yang tenang. Semoga saja bahasan santai kita kali ini bisa bermanfaat, tetap semangat dan semoga teman-teman sukses selalu.