Minggu, 03 Januari 2016

Bagaimana Cara Berkomunikasi yang Baik dengan Orang Tua?


Beda tipe dan karakter orang tua pasti beda juga cara yang harus digunakan untuk berkomunikasi serta menyampaikan isi hati kita. maka dari itu sering sekali hubungan antara anak dengan orang tua dalam suatu keluarga kurang harmonis atau bahkan tidak harmonis. satu sisi sifat anak yang masih terbilang labil secara ego dan orang tua yang sangat sensitif terhadap ucapan maupun perbuatan. nah untuk itu saya memiliki sedikit tips untuk kalian yang masih bingung bagaimana caranya berkomunikasi yang baik dengan orang tua agar tidak terjadi kesalah pahaman yang berujung pada ketidak harmonisan dalam keluarga.

1. CARA MENGHADAPI ORANG TUA YANG GALAK

  • Penting sekali untuk melihat suasana hati orang tua sebelum mencoba berbicara dengannya. jika suasana hati orang tua sedag buruk, tunda dulu niat kalian. 
  • Sampaikan maksud kalian dengan baik, sopan, dan tidak bertele-tele. sebelumnya, persiapkan dulu dengan matang apa yang ingin kalian sampaikan, lebih baik lagi bila kalian bisa mempersiapkan argumen-argumen logis untuk mendukungnya,. orang tua pasti akan terkesan melihat kedewasaan kalian.
  • jika sudah selesai menyampaikan maksud kalian, dengarkan tanggapan orang tua dengan tenang. jangan menyela atau mencoba membantah saat mereka sedang berbicara. ada saatnya nanti kalian bisa menyanggah pendapat mereka jika kalian rasakan tidak sesuai dengan isi hati kalian.
  • Seandainya maksud yang kalian sampaikan tidak di terima oleh orang tua, jangan  mengomel atau menunjukan sikap tidak puas secara berlebihan. ucapkan terima kasih dan katakan "Mudah-mudahan lain kali ayah dan ibu bisa lebih memahamiku."
2. CARA MENGAHADAPI ORANG TUA YANG OTORITER
  • Sama seperti menghadapi orang tua yang galak, melihat suasana hati juga adalah hal yang penting untuk di lakukan. orang tua yang galak sebenarnya hampir sama dengan orang tua yang otoriter. bedanya, orang tua otoriter memang tidak terlalu galak, tapi mereka biasanya selalu merasandirinya benar dan tidak mau dibantah.
  • Cara terbaik untuk menyampaikan isi hati kalian adalah dengan menyelipkan dalam percakapan biasa,  sedikit demi sedikit setiap kali memungkinkan, hingga orang tua menyadari maksud kalian. 
  • Beranikan diri untuk menga,bil keputusan sendiri. tapi ingat, ini harus disertai keberanian untuk mempertanggung jawabkan keputusan tersebut. jangan asal memberikan argumen tanpa kalian bisa bertanggung jawab atas itu.
  • Orang tua otoriter biasanya selalu merasa dirinya benar, coba sebisa mungkin tunjukan bahwa ada kalanya mereka juga membuat kesalahan. barulah kemudian, yakinkan mereka untuk memberi kesempatan kepada kalian untuk melakukan appa yang kalian anggap baik. 
  • Ingat, semakin keras kalian menunjukkan penentangan kalian terhadap keinginan orang tua maka akan semakin keras pula mereka bereaksi. jadi kuncinya adalah jangan mamaksa, tetap bersabar dan tunjukan bahwa kalian layak di beri kesempatan.
3. CARA MENGHADAPI ORANG TUA YANG SIBUK
  • Jangankan bicara, untuk bejumpa pun mungkin tidak sempat karna kesibukan orang tua yang luar biasa. kalau begitu, teknologi adalah solusi yang paling tepat. mengingat sekarang sudah banyak sekali alat komunikasi serta media yang canggih. kalian bisa gunakan pesan singkat (SMS) yang paling gampang atau surat elektronik untuk menyampaika maksud kalian, sehingga bisa dibaca oleh orang tua kalian di waktu luang.
  • Bisa juga kalian tinggalkan pesan tertulis denga warna mencolok di dekat tempat tidur orang tua kalian. mudah-mudahan mereka bisa melihatnya saat akan tidur dan langsung membacanya.
  • Kalau memang benar-benar ingin berbicara secara langsung, usahakan jangan di saat mereka akan berangkat ke kantor atau baru pulang kerja. mereka tidak akan fokus karna sedang terburu-buru atau kelelahan.
  • Jika semua upaya tidak kunjung di tangapi, sampaikan pesan tertulis atau melalui SMS maupun surat elektronik lainnya yang berisikan isi hati kalian. misalnya, "Karena ayah dan ibu tidak memberi tanggapan, maka saya anggap ayah dan ibu setuju." lakukan saja aapa yang kalia anggap baik, tapi tetap, kalian harus tetap denga penuh tanggung jawab. 
Itu sekilas tips yang bisa saya bagikan. ingatlah keluarga merupakan satuan unit terkecil di lingkungan pendidikan yang paling UTAMA dan PERTAMA. untuk itu keharmonisan atau hubungan komunikasi yang baik sangat di butuhkan dalam proses berkembangnya kepribadian anak. semoga sedikit tips di atas dapat bermanfaat untuk pembaca sekalia

Berbicara Dengan Orang Yang Lebih Tua Atau Lebih Muda


Dalam kehidupan selalu terjadi interaksi sosial, jadi tak ada yang namanya kesendirian karena pasti butuh orang lain untuk melakukan suatu hal. Anda pasti sudah tahu etika dan sopan santun ketika berbicara dengan seseorang yang lebih tua atau lebih muda apalagi seseorang yang baru saja kita kenal. Lagi - lagi hal ini menyangkut tentang kesadaran. Kebanyakan seseorang taksadar dengan yang diucapkan, mereka cenderung melakukan atau mengucapkan sesuatu yang menurut mereka nyaman, padahal belum tentu nyaman bagi orang lain. Mari Berbagi Pengalaman disini.


Di dunia ini hanya ada 2 tipe seseorang, seseorang dengan tipikal kalem atau lembut dan seseorang dengan tipikal keras dan otoriter. Pelajari dan kenali dahulu karakter dan tipikal anda sebelum menilai orang lain. Jangan membuang buang waktu dengan cara menceramahi atau mendahului orang lain. Introspeksi diri !

Baiklah, disini akan dibahas bagaimana cara menghadapi dan berbicara terhadap orang yang lebih tua maupun yang lebih muda, berikut yang harus diperhatikan :

1. Tersenyum, ketika orang lain sedang bercerita dimana cerita tersebut mengharuskan anda untuk menanggapi maka tersenyumlah. Entah anda menanggapi negatif atau positif, cukup berikan senyuman maka mereka pun akan melanjutkan ceritanya ke sesi berikutnya.

2. Fokus dan Konsen, ini mungkin terdengar mudah tetapi nyatanya banyak orang yang mengeluh dan berlalu ketika dia kehabisan bahan cerita atau terhambat karena sikap si lawan bicara. Jadi usahakan konsentrasi pada orang yang sedang berbicara. Jangan sampai mereka mengulang - ulangikalimat, jangan buat mereka menunggu juga, apalagi terhadap orang yang lebih tua karena mereka cenderung gampang tersinggung. Jika anda sedang tidak ingin diajak bicara maka caranya adalah dengarkanlah dia sebentar, perhatikan dia lalu ketika dapat waktu yang tepat utarakan perasaan anda dengan berkata, "Maaf pak/buk saya sedang ada ......" atau "maaf dek aku lagi ada urusan yang harus diselesaikan ......". Jadi jangan sampai anda menolak mentah - mentah jika sedang dicurhati orang lain.

3. Nada bicara yang sewajarnya, jangan menggunakan nada tinggi pada orang yang lebih tua karena mereka akan menganggap anda menantang mereka, jangan miringkan kepala atau alis naik sebelah apalagi jika anda adalah pria, berbeda pula ketika berbicara dengan wanita. Gunakan nada bicara yang halus. Nada yang naik turun boleh juga untuk dipakai tetapi jangan berlebihan dan jangan dibuat - buat. Jika anda pria maka berbicaralah seperti pria. Jika berbicara dengan yang lebih muda, anda harus lebih halus lagi demi menjaga perasaanya tetapi juga harus tetap tegas dan konsisten.

4. Tatap matanya, menatap mata seseorang merupakan sesuatu yang penting tetapi bisa juga berbahaya jika berlebihan. Untuk itu, jika berhadapan dengan orang yang lebih tua jangan terlalu sering menatap matanya karena mereka akan menganggap anda menantang mereka atau berani. Jangan mengalihkan apalagi memotong pembicaraan dan pandangan kecuali pada situasi kondisi tertentu. Jika pada orang yang lebih muda maka jangan anda meremehkan dia. Jangan memandang dengan tatapan dingin atau tatapan tidak butuh. 


5. Gerak gerik atau bahasa tubuh, ini adalah hal yang unik karena dengan bahasa tubuh anda dapat mengetahui apakah lawan bicara anda telah nyaman atau tidak. Anda dapat mengetahui dari tatapan matanya yang biasanya berharap anda memberikan tanggapan untuk sesuatu yang anda sampaikan. Jika berhadapan dengan orang yang lebih tua jangan sekali kali menggunakan telunjuk tangan untuk menunjuk sesuatu, karena disini anda akan dicap arrogan. jangan menggerakkan tangan seperti orang yang tidak tahu menahu dan tidak mau tahu. Jangan memakai kata "gak tau","gak bisa" karena itu jawaban orang yang tak bertanggung jawab, jawab saja dengan "maaf kurang tahu", "maaf belum bisa" ........ Untuk orang yang lebih muda jangan terlalu banyak memainkan tangan atau bahasa tubuh lainnya, karena anda akan dicap sebagai orang yang arrogan, gunakan bahasa tubuh yang menarik sehingga lawan bicara anda merasa yakin, aman, dan lega dengan cerita anda.


Masih banyak lagi hal - hal yang harus diperhatikan jika sedang berbicara pada orang yang lebih tua ataupun lebih muda. Biasanya seseorang mengatakan ulasan ini harusnya sudah diluar kepala, tetapi sekedar mengingatkan saja karena tak selalu anda mengingat hal ini diwaktu dan tempat yang tepat.

Sekian Terima Kasih ....
Berbagi Pengalaman

Apa sebenarnya HIKMAH itu ?
Mengapa kami membuat "KATA-KATA HIKMAH" ?
Dalam Al Quran Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya) :

”Allah menganugrahkan AL- HIKMAH  kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi AL-HIKMAH itu, ia benar-benar telah dianugrahi KARUNIA yang BANYAK. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.” (QS Al Baqarah : 269)

Definisi AL-HIKMAH  secara bahasa menurut kamus bahasa Arab, AL-HIKMAH berarti :kebijaksanaan, pendapat atau pikiran yang bagus, pengetahuan, filsafat, kenabian, keadilan, peribahasa (kata-kata bijak), dan al-­Qur’anul karim.

Sedangkan Imam al-Jurjani rahimahullah dalam kitabnya memberikan makna AL-HIKMAH secara bahasa artinya : ilmu yang disertai amal (perbuatan), atau perkataan yang logis dan bersih dari kesia-siaan 
AL-HIKMAH juga bermakna : kumpulan keutamaan dan kemuliaan yang mampu membuat pemiliknya menempatkan sesuatu pada tempatnya (proporsional/ADIL)
 AL-HIKMAH juga merupakan ungkapan dari perbuatan seseorang yang dilakukan pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat pula.

Orang yang ahli ilmu HIKMAH disebut al-Hakim, bentuk jamaknya (plural) adalah al-Hukama. Yaitu orang-orang yang perkataan dan perbuatannya sesuai dengan sunnah Rasulullah.”.


Para ulama tafsir rahimahumullah juga mempunyai definisi masing-­masing tentang ilmu AL-HIKMAH. Yang mana antar pendapat tersebut saling berkaitan dan melengkapi satu sama lain.

Imam Mujahid mengartikan AL-HIKMAH, “Benar dalam perkataan dan perbuatan”.

Ibnu Zaid memaknai, “Cendekia dalam memahami agama.”

Malik bin Anas mengartikan, “Pengetahuan dan pemahaman yang dalam terhadap agama Allah, lalu mengikuti ajarannya.”

Ibnul Qasim mengatakan, “Memahami ajaran agama Allah lalu mengikutinya dan mengamalkannya.”

Imam Ibrahim an-Nakho’i mengartikan, “Memahami apa yang dikandung al-Qur’an.”

Imam as-Suddiy mengartikan AL-HIKMAH dengan an-Nubuwwah (kenabian).

Ar-rabi’ bin Anas berkata, “Rasa takut kepada Allah.”

Hasan al-Bashri memaknai, “Sifat wara’ (hati­-hati dalam masalah halal dan haram).”

Imam al-Qurthubi berkata, “Semua makna di atas saling berkaitan satu sama lain, kecuali pendapat as-­Suddi, ar-Rabi’ dan al-Hasan. Ketiga pendapat mereka saling berdekatan satu sama lain. Karena AL-HIKMAH sumbernya dari AL-AHKAM. Yang artinya mumpuni dalam perkataan dan perbuatan. Dan semua makna yang disebutkan di atas adalah bagian dari AL-HIKMAH. Al-Qur’an itu HIKMAH, sunnah Rasulullah juga HIKMAH.”

Imam at-Thabari rahimahullah menambahkan, “Menurut kami, makna HIKMAH yang tepat adalah ilmu tentang hukum-hukum Allah yang tidak bisa dipahaminya kecuali melalui penjelasan Rasulullah. Dengan begitu al-HIKMAH disini berasal dari kata al­-Hukmu yang bermakna penjelasan antara yang haq dan yang bathil. Seperti kalimat al-Jilsah berasal dari kata al-Julus. Kalau dikatakan bahwa si Fulan itu orang yang Hakiim, berarti dia itu orang yang benar dalam perkataan dan perbuatan.”
 HIKMAH itu adalah Setiap perkataan yang benar yang menyebabkan perbuatan yang benar.
HIKMAH ialah: ilmu yang bermanfaat dan amal shaleh, kebenaran dalam perbuatan dan perkataan, mengetahui kebenaran dan mengamalkanya.

Dengan demikian tepat sekali pemahaman tersebut dengan hadits berikut:
” Barang siapa yang Allah menghendaki KEBAIKAN kepadanya, maka Allah menjadikan dia ‘FAQIH’ (FAHAM yang MENDALAM) dalam ilmu AGAMA” (Muttafaqun 'alaih)

Abu ja’far Muhammad menyebutkan apabila di dalam Al-Qur’an di sebutkan kata kata HIKMAH setelah al kitab yaitu maksudnya Al Quran dan ASSUNNAH.
 Perhatikanlah ayat-­ayat berikut, misalnya: Artinya: “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayatEngkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-HIKMAH (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana”. (Al baqarah 129)

Artinya : “Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka danmengajarkan kepada mereka Kitab dan AL-HIKMAH (as-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, (QS. at. Jumu’ah: 2).

Jadi tidak cukup hanya dengan Al-Quran saja tanpa dengan Al-Hikmah yang berarti Assunnah atau pemahaman yang benar tentang Al-Quran tersebut. Itulah mengapa Assunnah ini disebut Al-Hikmah.

Sehingga orang yang dianugerahi HIKMAH adalah:
  • Orang yang mempunyai ilmu mendalam dan mampu mengamalkannya.
  • Orang yang benar dalam perkataan dan perbuatan.
  • Orang yang  menempatkan sesuatu sesuai pada tempatnya (adil).
  • Orang yang melakukan atau tidak melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan.
  • Orang yang mampu memahami dan menerapkan hukum Allah.

HIKMAH bisa didapat dari siapa saja dan dalam peristiwa apa saja.
“Ambillah hikmah yang kamu dengan dari siapa saja, sebab hikmah itu kadang-kadang diucapkan oleh seseorang yang bukan ahli hikmah. Bukankah ada lemparan yang mengenai sasaran tanpa disengaja?”  (HR. Al-Askari dari Anas ra dalam kitab Kashful Khafa’ Jilid II, h.62)

“Hikmah laksana hak milik seorang mukmin yang hilang. Di manapun ia menjumpainya, di sana ia berhak mengambilnya”   (HR. Al-Askari dari Anas ra)

Begitu banyak ilmu dan hikmah yang disebarkan Allah subhana wata’ala di dunia ini. Sering kita menemukannya dari pelajaran di lembaga pendidikan, majlis ta’lim,  nasihat-nasihat orang tua, diskusi dengan teman, bahkan saat kita menyaksikan apa yang terjadi di penjuru langit dan bumi. Kekayaan ilmu yang Allah miliki tak pernah terbatas dan akan diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

Dan setelah kita mendapatkan HIKMAH tersebut  kita WAJIB menyampaikan, mendakwahkan, sesuai firman Allah (yang artinya):

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan AL-HIKMAH  dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS An-Naml: 125)

Untuk itu silahkan HIKMAH yang sudah didapat dishare kepada sahabat lain, atau ajak sahabat lain untuk mengikuti grup atau fan page ini.
Wallahu a'lam bishowab
Semoga bermanfaat.

Link terkait tulisan ini :